Dampak Pandemi WFH dan PPKM untuk Bisnis Restoran

Seperti apa seharunya menghadapi dampak pandemi bagi bisnis restoran ini? Tulisan ini saya rangkum dari LIVE Facebook bersama Dosen Jualan Suryadin Laoddang yang di share pada tanggal 29 Maret 2020. “Saya banyak dapat kabar, bisnis resto sahabat saya ada beberapa yang tutup, merumahkan karyawannya. Ada bisnis yang terus berusaha bertahan, meski omset turun 30-70%”. Demikian penjelasan yang admin kutip dari share live webinar di Facebook dan Youtube milik Suryadin Laoddang.

Dalam video tersebut beliau membagikan banyak ilmu serta pengalaman pribadinya seputar bisnis dan upaya pencegahan dampak krisis ekonomi plus pandemic corona. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Terutama bagi pemilik bisnis resto yang sedang berusaha terus bertahan dalam situasi pandemic corona dan krisis ekonomi 2020.

Dalam pembukaan pembukaan live yang di share di Facebook dan Youtube tersebut, Dosen Jualan membukanya dengan memberikan gambaran kondisi perekonomian saat ini. Tayangan berlanjut dengan cerita pengalaman pribadi Dosen Jualan beserta keluarga dalam upaya menghadapi dan dampak pandemic di tahun 2020 ini. Seperti mengajak istri dan anaknya untuk bersih-bersih rumah untuk mengisi waktu agar tidak bosan, mengajak kedua anaknya untuk mengumpulkan barang bekas dan menjualnya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Beliau juga menceritakan kondisi perekonomian saat ini yang kemungkinan harus melakukan penghematan.

Solusi Restoran di Masa Pandemi

Pada tanyangan berikutnya, Dosen Jualan juga bercerita fakta yang terjadi pada bisnisnya. Omset dari bisnis berjualan mukena dan busana muslim yang selama ini berjalan juga menurun drastis. Beliau mengajak keluarga untuk menghemat penggunaan listrik. Berkaitan dengan krisis ekonomi di tengah pandemic corona tahun 2020. Dosen Jualan memberikan saran kepada para pemilik restoran, para business owner. Terutama yang masih rasa galau, terus mencari bentuk strategi yang cocok mereka lakukan agar bisnis restorannya tetap bertahan.

Para pemilik restroran harusnya memegang dan memahami prinsip ini. Yaitu “Bisnis Anda adalah bisnis yang seharusnya gak ada matinya” kata Suryadin Laoddang. Dalam kondisi sekarang, bisnis resto berada pada bisnis posisi kedua. Sebab bisnis pertama yang paling banyak pencarinya saat ini adalah bisnis jual beli sembako. Sementara bisnis kedua yaitu bisnis restoran, juga sangat banyak masyarakat yang membutuhkan layanannya. Sedangkan bisnis lain seperti bisnis air isi ulang galon atau lainnya tidak begitu penting. Sebab masyarakat bisa merebus sendiri air minum yang dibutuhkan. Bisnis gas juga bukan menjadi salah satu bisnis yang banyak dicari masyarakat. Karena bisa saja masyarakat beralih ke kayu bakar.

Pengalaman Mengelola Restoran Ibunda Dosen Jualan

Pada masa resesi seperti saat ini, pasti sebagian masyarakat cenderung menahan diri untuk berbelanja kebutuhan pokok bahkan membeli makanan di resto. Kondisi ini seharusnya bukan menjadi sebuah kendala bagi sebuah bisnis resto. Sebab ada cara yang bisa menjadi solusi, dan tentu semua bisa melakukan untuk menghadapi kondisi resesi seperti ini. Menghadapi krisis ekonomi plus pandemic corona saat ini, beliau teringat kisah perjuangan almarhum ibundanya yang pernah memiliki bisnis warung maka. Pada tahun 1998-1999 terjadi krisis ekonomi yang membuat usaha warung makan tersebut harus merasakan dampaknya. Namun, ibunda beliau justru mampu mengendalikan kondisi tersebut meskipun pada waktu itu banyak warung makan atau sejenisnya tutup karena tidak mampu bertahan.

Ibunda Dosen Jualan melakukan gebrakan cerdas. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang. “Setiap ada orang yang datang ke warungnya atau cuma sekedar lewat depan warungnya. Ibu saya menawari orang tersebut untuk paket berlangganan lauk pauk” cerita Suryadin Laoddang.

Ibunda Dosen Jualan lalu mencatat pesanan tersebut menggunakan kertas seadanya. Beliau terus menawarkan kepada pelanggan kesatu sampai kelima dan mereka boleh memilih sendiri menu lauk dan sayur setiap harinya. Sedangkan pelanggan keenam dan selanjutnya, tinggal ikut dengan memilih menu lauk dan sayur sesuai dengan pilihan para pelanggan sebelumnya. Orang-orang yang tidak terbiasa memasak karena kesibukan bekerja memilih membeli lauk dan sayur matang. Sejak penawaran paket berlangganan lauk tersebut maka warung makan ibunda beliau semakin ramai dan memiliki banyak pelanggan.

Tips Dosen Jualan untuk Restoran hadapi Dampak Pandemi

Dari kisah tadi, dataplah mengamil kesimpulan. Ada beberapa tips untuk para business owner untuk menghadapi dampak pandemi bagi bisnis restoran. Seperti penjelasan Dosen Jualan melalui Live Facebook dan Youtube tersebut. Coba pelajari lima tips berikut, bagi Anda yang terkena dampak pandemi. Tips pertama yaitu menawarkan paket lauk/sayur ke pelanggan lama. “Gali kembali database anda data pelanggan anda lalu kemudian tawari dengan paket berlangganan lauk pauk ” kata Suryadin. Pemilik resto bisa menghubungi para pelanggan lama resto tersebut. Kemudian para pelanggan kirim penawaran paket lauk pauk dan sayur untuk beberapa hari ke depan. Penawaran bisa melalui SMS, WA maupun telepon. Cara ini bisa berajlan selama satu sampai dua minggu pertama.

Pelanggan resto yang mungkin tidak terbiasa memasak dan lebih memilih membeli lauk dan sayur matang. Bahan makanan dan bumbu rempah-rempah yang harganya naik juga menjadi pertimbangan untuk memasak sendiri. Jika pelanggan tersebut tidak memiliki asistem rumah tangga pasti akan sangat terbantu dengan layanan paket lauk pauk dan sayur berlangganan dari resto.

Tips kedua yaitu Menawarkan Paket Lauk/Sayur ke Pelanggan Baru. “Paket berlangganan tadi juga kirimkan penawarannya kepada konsumen-konsumen baru” kata Suryadin. Carilah data pelanggan atau konsumen baru, buatkan penawaran paket berlangganan lauk dari resto anda. Dalam hal ini Anda bisa mencari pelanggan baru baik melalui tetangga, saudara atau orang-orang terdekat. Selain itu, Anda bisa mencari pelanggan baru melalui promosi menggunak WA, Facebook dan lain-lain.

Trik Ciptakan Produk atau Layanan Baru

Tips ketiga yaitu Menjual Produk-Produk Frozen Food. “Mulailah memproduksi makanan-makanan yang karakternya adalah frozen” kata Suryadin. Untuk meningkatkan minat pembeli agar tetap berlangganan di resto anda maka anda bisa menawarkan aneka produk frozen. Misalnya dengan menawarkan daging frozen, ayam frozen, sayur mentah yang sudah dipotong lalu dikemas dan lain sebagainya.

Tips keempat yaitu Menjual Produk Setengah Jadi. “Mulailah menawarkan makanan setengah jadi” kata Suryadin. Sebagai pemilik resto anda bisa menawarkan makanan setengah jadi yang bisa dimasak sendiri di rumah oleh pelanggan. Makanan setengah jadi tersebut lebih praktis dan bisa disimpan di kulkas sebagai stok bahan makanan di rumah. Misalnya buatlah ayam ungkep yang sudah dibumbui, ikan yang sudah dibumbui lalu dibekukan dan lain sebagainya.

Tips kelima atau terakhir yaitu dengan Menjual Makanan Tahan Lama. “Coba memproduksi makanan-makanan yang karakternya tahan lama” kata Suryadin. Dalam kondisi seperti saat ini masyarakat membutuhkan makanan yang praktis namun tetap disukai oleh seluruh anggota keluarga. Resto bisa memproduksi makanan tahan lama seperti abon ikan, abon ayam, abon daging sapi, dan lain-lain. Makanan tahan lama tersebut juga awet hingga beberapa bulan sehingga bisa memenuhi kebutuhan lauk keluarga. Selain abon, resto juga bisa menawarkan makanan tahan lama jenis lainnya seperti dendeng daging sapi, dendeng paru, telur asin, aneka sambal kemasan siap makan, cumi asin dan lain-lain. Jenis bahan makanan seperti ikan asin, cumi asin dan lain-lain juga sangat diminati oleh masyarakat dalam masa WFH ini.

Kontak Dosen Jualan

Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa beliau dan rekan-rekannya saat ini membentuk komunitas dagang dari rumah untuk membantu para pedagang agar bisa saling menghidupi teman-teman sesama UMKM dengan membeli produk satu sama lain. Tujuannya untuk menggerakan perekonomian agar resesinya tidak berkepanjangan. Bagi anda yang berminat ingin bergabung bisa melalui instagram @dagangdarirumah.

Semoga bermanfaat tulisan rangkuman saya di atas dari live facebook Dosen Jualan Suryadin Laoddang.